Sibuk memperbaiki diri, mungkin kata orang-orang itu bahasa yang klasik dan hanya sebuah kata-kata. Tapi, menurut saya memperbaiki diri adalah menjadi suatu pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Itu bukan hanya sebuah kata-kata, tapi bagaimana diri kita berkomitmen untuk jadi lebih baik.
Kok jadi terdengar sok alim ya... Saya juga masih belajar dan mencari cara bagaimana sih memperbaiki diri itu. Mungkin dengan berjalannya waktu saya akan mengetahui caranya.
Setiap hari pastinya saya belajar mengenal diri saya terlebih dahulu, memang agak sulit ya, tapi jangan nyerah sedikit demi sedikit Allah akan memperlihatkan ko diri kita itu seperti apa dan apa sebenarnya yang kita mau dalam hidup ini. Hanya saja Allah memberi petunjuknya ga secara gamblang atau terang-terangan. Allah selalu memberikan petunjuknya dari apa yang kita rasa, dengar, dan lihat. Bagaimana kita bisa peka saja untuk mengetahui setiap petunjuk yang diberikan
Semoga saja saya bisa diberikan kekuatan, istiqomah, dan kesabaran untuk terus memperbaiki diri.
- with love-
Love Is Mine
Ketika Bibir Tak Dapat Berbicara Maka Pikiranlah Yang Akan Menuangkannya dan Jari-jemarilah Yang Membuatnya Menjadi Nyata
Kamis, 12 September 2013
Selasa, 06 Agustus 2013
Tesis...Oh...Tesis
Gak kerasa sekarang sudah masuk di tahun kedua saya kuliah S2 Hukum Bisnis di salah satu universitas swasta di Jakarta. Nah sekrang lagi disibukan dengan penyusunan tesis.
Saya baru tahu ternyata kalau mau nulis tesis itu gak segampang nulis skripsi, karena untuk menulis sebuah tesis memerlukan pemikiran yang lebih mendalam apalagi kalau sudah dikaitkan dengan teori hhmmm rasanya baru dengernya saja sudah bikin pusing gimana ngerjainnya.
Satu hal yang harus saya yakini adalah saya pasti bisa menyelesaikannya dengan baik dan pastinya jujur donk. Tesis yang mau saya ambil kali ini berhubungan dengan Hukum Lingkungan. berhubung program kekhususan saya di kampus itu Hukum Bisnis ya jadi saya kaitkan dengan sistem Green Economy (sistem ekonomi yang berwawasan lingkungan).
Saya sebenarnya masih mencari-cari bahan untuk menambah referensi penulisan tesis saya kali ini, tapi saya terhalang dengan waktu yang terbatas karena saya harus bekerja. Kuliah sambil bekerja itu adalah hal yang sulit untuk dijalani, tapi saya harus tetap optimis bisa melakukannya. Asalkan kita punya niat, disana pasti ada jalan.
Sampai saat ini tesis saya masih dikumpulkan di ketua jurusan dan belum dapat informasi apakah di ACC atau tidak. Semoga saja bisa di ACC dan saya bisa mulai mengerjakannya.
Semoga saya diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan tesis ini. Aamin
-With Love-
Saya baru tahu ternyata kalau mau nulis tesis itu gak segampang nulis skripsi, karena untuk menulis sebuah tesis memerlukan pemikiran yang lebih mendalam apalagi kalau sudah dikaitkan dengan teori hhmmm rasanya baru dengernya saja sudah bikin pusing gimana ngerjainnya.
Satu hal yang harus saya yakini adalah saya pasti bisa menyelesaikannya dengan baik dan pastinya jujur donk. Tesis yang mau saya ambil kali ini berhubungan dengan Hukum Lingkungan. berhubung program kekhususan saya di kampus itu Hukum Bisnis ya jadi saya kaitkan dengan sistem Green Economy (sistem ekonomi yang berwawasan lingkungan).
Saya sebenarnya masih mencari-cari bahan untuk menambah referensi penulisan tesis saya kali ini, tapi saya terhalang dengan waktu yang terbatas karena saya harus bekerja. Kuliah sambil bekerja itu adalah hal yang sulit untuk dijalani, tapi saya harus tetap optimis bisa melakukannya. Asalkan kita punya niat, disana pasti ada jalan.
Sampai saat ini tesis saya masih dikumpulkan di ketua jurusan dan belum dapat informasi apakah di ACC atau tidak. Semoga saja bisa di ACC dan saya bisa mulai mengerjakannya.
Semoga saya diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan tesis ini. Aamin
-With Love-
Bersyukur
Sejauh ini pelajaran yang diambil adalah kita itu harus bersyukur atas segala yang diberikan Tuhan untuk kita, dengan kita bersyukur maka Tuhan akan menambahkan rahmatnya yang lebih lagi. Namun, kalau kita kufur akan nikmat-Nya maka Tuhan akan mengambil segalanya.
Minggu, 09 Juni 2013
Berserah
Menyerahkan segalanya pada yang Maha Kuasa itu memang menenangkan. Dimana hati sedang gelisah, khawatir, dan marah sebaiknya kita terus berdzikir, sholat, serta bersabar, karena memang tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan selain itu. Kata-kata berserah diri pada Allah itu adalah kata-kata yang tepat, karena memang kepada Allah lah kita memohon dan berserah diri. Percaya akan segala yang sudah ditetapkannya itu sudah seharusnya kita lakukan.
Ya Allah engkaulah yang Maha Mengetahui apa yang menjadi isi hatiku dan di setiap doa-doaku. Semoga engkau menautkan hatiku dan hatinya dalam sebuah ikatan yang sah, yaitu pernikahan. Mudahkanlah setiap perjalanannya. Hamba hanya ingin beribadah bersama menuju jalan surgamu ya Rabb.
Ya Allah engkaulah yang Maha Mengetahui apa yang menjadi isi hatiku dan di setiap doa-doaku. Semoga engkau menautkan hatiku dan hatinya dalam sebuah ikatan yang sah, yaitu pernikahan. Mudahkanlah setiap perjalanannya. Hamba hanya ingin beribadah bersama menuju jalan surgamu ya Rabb.
Kamis, 09 Mei 2013
Nikmati Hidupmu
Nikmati hidupmu, nikmati masa mudamu, Jangan pikirkan hal-hal yang akan menghambat kreativitasmu.
Enjoy Your Life :)
sepertinya kata-kata di atas sangat cocok untuk suasana hati saat ini... ternyata hidup itu sungguh sayang sekali kalau kita sia-siakan. jadi selama kita masih diberi nafas dan ruh dalam tubuh kita hendaknya kita menjadi pribadi yang baik, sederhana, dan lakukan segalanya dengan hati yang ikhlas dan apa adanya.
saya sempat melupakan hal ini ketika saya terlalu khawatir memikirkan hal yang ternyata dapat membuat hati saya sedihnya bukan main.. setelah perenungan selama beberapa minggu saya menyadari satu hal semua yang terjadi dalam hidup kita itu sudah dituliskan oleh Allah dan tidak bisa dirubah maupun dipaksakan. Hal itu benar sekali, ketika kita berharap terlalu tinggi ternyata bisa buat kita semakin terpuruk tapi, sebaliknya ketika kita ikhlas menjalaninya tanpa beban dan pengharapan yang terlalu tinggi maka semuanya terasa lebih menyenangkan.
Saat berjalan ke kantor tadi pagi.. saya bicara dengan diri saya.. ternyata kata diri saya dia mengatakan kalau semua itu tidak bisa dipaksakan, semua itu akan terjadi memang pada waktunya, tahun, bulan, hari, dan jam nya sudah ditentukan itu akan terjadi. jadi untuk apa saya sia-siakan hari-hari saya mengharapkan hal yang tidak akan terjadi sekarang.
Saya sempat lupa keinginan saya dimasa lalu yang penuh dengan cita-cita. saya juga sempat lupa dengan diri saya yang dulu sangat optimis dan selalu berpikir positif. Tadi pagi saya mendapat pencerahan, kalau saya seharusnya menapaki hidup ini dengan penuh ikhlas, sederhana, semangat, dan percaya diri.
Sekarang saatnya saya menuju ke jalan yang lebih baik dengan perbaikan diri, kalau semuanya sudah siap pasti Allah akan menunjukkan akhir penantian dan perjalanan ini.
Saat ini saya akan nikmati masa muda saya dengan penuh tawakal, keikhlasan, kesabaran, dan kesederhanaan, semangat, dan percaya akan kemampuan yang Allah berikan kepada saya.
Disaat saya nanti beralih peran, maka saya sudah menjadi perempuan yang siap dan pantas untuk calon imam saya dan juga anak-anak saya nantinya.
Keep spirit and smile ;)
-With Love-
Enjoy Your Life :)
sepertinya kata-kata di atas sangat cocok untuk suasana hati saat ini... ternyata hidup itu sungguh sayang sekali kalau kita sia-siakan. jadi selama kita masih diberi nafas dan ruh dalam tubuh kita hendaknya kita menjadi pribadi yang baik, sederhana, dan lakukan segalanya dengan hati yang ikhlas dan apa adanya.
saya sempat melupakan hal ini ketika saya terlalu khawatir memikirkan hal yang ternyata dapat membuat hati saya sedihnya bukan main.. setelah perenungan selama beberapa minggu saya menyadari satu hal semua yang terjadi dalam hidup kita itu sudah dituliskan oleh Allah dan tidak bisa dirubah maupun dipaksakan. Hal itu benar sekali, ketika kita berharap terlalu tinggi ternyata bisa buat kita semakin terpuruk tapi, sebaliknya ketika kita ikhlas menjalaninya tanpa beban dan pengharapan yang terlalu tinggi maka semuanya terasa lebih menyenangkan.
Saat berjalan ke kantor tadi pagi.. saya bicara dengan diri saya.. ternyata kata diri saya dia mengatakan kalau semua itu tidak bisa dipaksakan, semua itu akan terjadi memang pada waktunya, tahun, bulan, hari, dan jam nya sudah ditentukan itu akan terjadi. jadi untuk apa saya sia-siakan hari-hari saya mengharapkan hal yang tidak akan terjadi sekarang.
Saya sempat lupa keinginan saya dimasa lalu yang penuh dengan cita-cita. saya juga sempat lupa dengan diri saya yang dulu sangat optimis dan selalu berpikir positif. Tadi pagi saya mendapat pencerahan, kalau saya seharusnya menapaki hidup ini dengan penuh ikhlas, sederhana, semangat, dan percaya diri.
Sekarang saatnya saya menuju ke jalan yang lebih baik dengan perbaikan diri, kalau semuanya sudah siap pasti Allah akan menunjukkan akhir penantian dan perjalanan ini.
Saat ini saya akan nikmati masa muda saya dengan penuh tawakal, keikhlasan, kesabaran, dan kesederhanaan, semangat, dan percaya akan kemampuan yang Allah berikan kepada saya.
Disaat saya nanti beralih peran, maka saya sudah menjadi perempuan yang siap dan pantas untuk calon imam saya dan juga anak-anak saya nantinya.
Keep spirit and smile ;)
-With Love-
Senin, 06 Mei 2013
Saltum Ke Mall
Saya mau share nih, minggu kemarin itu saya kondangan di dua tempat hhmmm rasanya cape bgt. habis kondangan saya dan teman saya malah pergi ke salah satu mall yang ada di Depok, kita disana niatnya sih mau ketempat temen saya yang kerja di sana, setelah itu kita makan lagi di mall yang berbeda sambil tetep pakai kain dan kebaya yang dipakai buat kondangan tadi pagi heheheh..
Batik + kain (Semua serba merah)
dengan pakaian gini kita makan di Mall hehehehe hari yang gokil
Dalam Penantian
Saat usia sudah akan menginjak 25 tahun itu adalah awal masuk usia kekhawatiran akan masalah jodoh. Setiap perempuan yang dewasa pasti mengharapkan datangnya calon imam yang telah dinantikannya. Buat yang belum punya kekasih pasti khawatir bgt sampai umur segini belum punya pasangan, tp kalau yang sudah punya pasangan pasti khawatir juga kapan akan dilamar hehehehe (curhat pribadi). Ya begitulah perempuan di usia 25 tahun.
Saat ini inginnya serius ketika menjalin hubungan dengan seseorang, tidak mau main-main lagi, karena apa???
karena diri ini telah lelah untuk mengenal seseorang dari awal lagi, pedekate ala anak sma lagi, ngerasain sakit lagi, penyesuaian diri lagi...
Saat ini Saya sudah bertemu dengan pasangan yang baik, ganteng (menurut saya), sholeh, pintar, dan dari keturunan yang baik. Semua itu sudah masuk ke dalam salah satu kriteria pasangan hidup saya. Tidak muluk-muluk mencari kriteria seorang lelaki, hanya saja saya mencarinya berdasarkan perintah Allah di Al-Quran. Carilah laki-laki yang tampan, kekayaannya, dari keluarga yang baik, dan kuat agamanya. keempat kriteria itu sudah ada di pasangan saya saat ini.
Memang setiap manusia itu tidak ada yang sempurna, banyak pastinya kekurangan di dalam dirinya, tapi pasti banyak juga kelebihan di dalam dirinya. Saya tidak melihat hal itu dari sisi kekurangannya karena pastinya pasangan saya juga memiliki kelebihan.
Saya mencintainya dengan apa adanya diri saya, saya tidak pernah berpura-pura dalam menjalani setiap detik ketika bersamanya.
Banyak suka dan duka yang telah dilalui saat bersamanya.. tapi semua duka dijadikan suka yang membuat kita semakin dewasa untuk memahami satu sama lain.
Tapi, saat ini memang saat dimana saya sedang berada dalam penantian. Penantian akan keseriusan dari hubungan ini.. mengingat umur yang sudah semakin bertambah dan keinginan untuk menyempurnakan ibadah ini, karena dengan menikah itu dapat menyempurnakan ibadah kita.
Meski demikian, saat ini hanya bisa menanti dengan kesabaran dan selalu percaya akan takdir Allah, jodoh, maut, rejeki semunya sudah ditentukan. Dan yang paling penting adalah percaya semua akan terjadi di waktu yang tepat.
Sekarang saatnya saya memperbaiki diri untuk calon imam saya nantinya.
Quote: laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik maupun sebaliknya.
Saat ini inginnya serius ketika menjalin hubungan dengan seseorang, tidak mau main-main lagi, karena apa???
karena diri ini telah lelah untuk mengenal seseorang dari awal lagi, pedekate ala anak sma lagi, ngerasain sakit lagi, penyesuaian diri lagi...
Saat ini Saya sudah bertemu dengan pasangan yang baik, ganteng (menurut saya), sholeh, pintar, dan dari keturunan yang baik. Semua itu sudah masuk ke dalam salah satu kriteria pasangan hidup saya. Tidak muluk-muluk mencari kriteria seorang lelaki, hanya saja saya mencarinya berdasarkan perintah Allah di Al-Quran. Carilah laki-laki yang tampan, kekayaannya, dari keluarga yang baik, dan kuat agamanya. keempat kriteria itu sudah ada di pasangan saya saat ini.
Memang setiap manusia itu tidak ada yang sempurna, banyak pastinya kekurangan di dalam dirinya, tapi pasti banyak juga kelebihan di dalam dirinya. Saya tidak melihat hal itu dari sisi kekurangannya karena pastinya pasangan saya juga memiliki kelebihan.
Saya mencintainya dengan apa adanya diri saya, saya tidak pernah berpura-pura dalam menjalani setiap detik ketika bersamanya.
Banyak suka dan duka yang telah dilalui saat bersamanya.. tapi semua duka dijadikan suka yang membuat kita semakin dewasa untuk memahami satu sama lain.
Tapi, saat ini memang saat dimana saya sedang berada dalam penantian. Penantian akan keseriusan dari hubungan ini.. mengingat umur yang sudah semakin bertambah dan keinginan untuk menyempurnakan ibadah ini, karena dengan menikah itu dapat menyempurnakan ibadah kita.
Meski demikian, saat ini hanya bisa menanti dengan kesabaran dan selalu percaya akan takdir Allah, jodoh, maut, rejeki semunya sudah ditentukan. Dan yang paling penting adalah percaya semua akan terjadi di waktu yang tepat.
Sekarang saatnya saya memperbaiki diri untuk calon imam saya nantinya.
Quote: laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik maupun sebaliknya.
Langganan:
Komentar (Atom)
